Di sebuah ruas jalan protokol Jakarta Pusat, terpasang rambu-rambu Lalu Lintas yang bertuliskan LURUS JALAN TERUS!
Ketika seorang pemuda pengendara sepeda motor melaju kencang di jalan tersebut, tiba-tiba ada pengendara sepeda motor di depannya yang menghentikan motornya secara mendadak. Akibatnya, si pemuda ini pun harus menghentikan motornya segera untuk menghindari tertabraknya motornya dengan pengendara di depannya itu!
Dia pun mulai turun dari motornya menghampiri si pengendara itu dan berkata, "Hei Mas, kenapa kamu berhenti mendadak di depan saya? Itu bisa membahayakan saya tahu! Baca tuh rambu-rambu di sana, LURUS JALAN
TERUS!" kata si pria muda itu dengan nada kesal.
Sesaat kemudian, "Maaf Mas!" jawab si pengendara sepeda motor sambil membuka helmnya, "Saya khan keriting, Mas!"
15 March 2007
11 March 2007
Pilot
Seorang wartawan mewawancarai satu-satunya penumpang yang selamat dari
kecelakaan pesawat (seekor monyet sirkus yang bisa ngomong). M: monyet;
W: wartawan
w: Nyet, bisa cerita penyebab kecelakaan?
m: Bica.
w: Waktu pesawat take-off orang-orang ngapain aja?
m: Penumpang duduk-duduk, pramugari gerak-gerak( maksudnya lagi memperagakan cara menghadapi kecelakaan), pilot pegang setir.
w: Kamu ngapain?
m: Aku ikut duduk-duduk.
w: Setelah 10 menit di udara, orang-orang ngapain?
m: Penumpang duduk-duduk, pramugari jalan-jalan (membagikan snack), pilot
pegang setir.
w: Kamu ngapain?
m: Aku makan pisang.
w: Setelah 20 menit, orang-orang ngapain?
m: Penumpang jalan-jalan (ke toilet, dll), pramugari jalan-jalan (melayani
penumpang), pilot pegang setir.
w: Kamu ngapain?
m: Aku duduk-duduk.
w: Setelah 30 menit, orang-orang ngapain?
m: Penumpang tidur-tiduran, pramugari jalan-jalan( ke ruang pilot), pilot pegang setir.
w: Kamu ngapain?
m: Aku jalan-jalan (ngikutin pramugari).
w: Setelah 45 menit, orang-orang ngapain?
m: Penumpang ketiduran, pramugari mencium pilot, pilot merespon.
w: Kamu ngapain?
m: Aku pegang setir.
kecelakaan pesawat (seekor monyet sirkus yang bisa ngomong). M: monyet;
W: wartawan
w: Nyet, bisa cerita penyebab kecelakaan?
m: Bica.
w: Waktu pesawat take-off orang-orang ngapain aja?
m: Penumpang duduk-duduk, pramugari gerak-gerak( maksudnya lagi memperagakan cara menghadapi kecelakaan), pilot pegang setir.
w: Kamu ngapain?
m: Aku ikut duduk-duduk.
w: Setelah 10 menit di udara, orang-orang ngapain?
m: Penumpang duduk-duduk, pramugari jalan-jalan (membagikan snack), pilot
pegang setir.
w: Kamu ngapain?
m: Aku makan pisang.
w: Setelah 20 menit, orang-orang ngapain?
m: Penumpang jalan-jalan (ke toilet, dll), pramugari jalan-jalan (melayani
penumpang), pilot pegang setir.
w: Kamu ngapain?
m: Aku duduk-duduk.
w: Setelah 30 menit, orang-orang ngapain?
m: Penumpang tidur-tiduran, pramugari jalan-jalan( ke ruang pilot), pilot pegang setir.
w: Kamu ngapain?
m: Aku jalan-jalan (ngikutin pramugari).
w: Setelah 45 menit, orang-orang ngapain?
m: Penumpang ketiduran, pramugari mencium pilot, pilot merespon.
w: Kamu ngapain?
m: Aku pegang setir.
05 March 2007
KUALITAS HATI
Saduran berikut mungkin dapat menjadi renungan dan memberi inspirasi bagi kita:
Kepada mereka yang meninggalkanku seorang diri, terima kasih,
Tanpa kalian, aku tidak akan pernah menemukan diriku sendiri.
Kepada mereka yang selalu mencelaku , terima kasih,
Tanpa kalian, aku tidak pernah memperbaiki kesalahanku.
Kepada mereka yang selalu menghakimiku , terima kasih,
Dari kalian aku belajar melihat orang lain tidak hanya dari penampilan luar saja..
Kepada mereka yang menganggapku lemah dan tak berdaya , terima kasih,
Dari kalian aku bisa belajar untuk selalu berharap kepada TUHAN.
Kepada mereka yang telah mentertawakanku, terima kasih,
Tanpa kalian, aku tidak pernah belajar untuk intropeksi diri.
Kepada mereka yang telah menyakitiku , terma kasih,
Tanpa kalian, aku tidak akan pernah belajar mengampuni.
Kepada mereka yang telah mengecewakanku, terima kasih.
Tanpa kalian, aku tidak pernah bisa belajar memahami orang lain.
Kepada mereka yang berpikir bahwa aku tidak dapat melakukan sesuatu,terima kasih
karena tanpa mereka, aku tidak akan pernah mencoba sesuatu yang baru ataupun sikap baru.
Kepada mereka yang meninggalkanku seorang diri, terima kasih,
Tanpa kalian, aku tidak akan pernah menemukan diriku sendiri.
Kepada mereka yang selalu mencelaku , terima kasih,
Tanpa kalian, aku tidak pernah memperbaiki kesalahanku.
Kepada mereka yang selalu menghakimiku , terima kasih,
Dari kalian aku belajar melihat orang lain tidak hanya dari penampilan luar saja..
Kepada mereka yang menganggapku lemah dan tak berdaya , terima kasih,
Dari kalian aku bisa belajar untuk selalu berharap kepada TUHAN.
Kepada mereka yang telah mentertawakanku, terima kasih,
Tanpa kalian, aku tidak pernah belajar untuk intropeksi diri.
Kepada mereka yang telah menyakitiku , terma kasih,
Tanpa kalian, aku tidak akan pernah belajar mengampuni.
Kepada mereka yang telah mengecewakanku, terima kasih.
Tanpa kalian, aku tidak pernah bisa belajar memahami orang lain.
Kepada mereka yang berpikir bahwa aku tidak dapat melakukan sesuatu,terima kasih
karena tanpa mereka, aku tidak akan pernah mencoba sesuatu yang baru ataupun sikap baru.
20 February 2007
Cara mencegah kanker payudara melalui makanan dan kebiasaan
Kanker payudara? Siapa pun pasti ingin menghindarinya.
Beberapa penelitian terakhir, menyebutkan ada enam jenis makanan yang dapat mencegah timbulnya penyakit yang menakutkan kaum wanita tersebut.
Simaklah, apakah ke enam jenis makanan tersebut sudah terdapat dalam daftar belanjaan atau belum.
1. Gandum
Dalam hal ini Anda dapat mengkonsumsi gandum yang berbentuk sereal dengan segelas susu setiap pagi. Setiap gelas gandum setara dengan 10gr dari kebutuhan serat yang digunakan untuk menurunkan tingkat estrogen dalam tubuh.
Para ahli berpendapat bahwa tingkat estrogen yang tinggi dalam tubuh akan semakin merangsang pertumbuhan kanker payudara.
2. Ikan Salmon dan Tuna
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di UCLA, Amerika Serikat, ditemukan bahwa para wanita yang tinggal di daerah dekat sungai dan mengkonsumsi ikan tuna dan salmon setiap hari, ternyata tingkat risiko terkena kanker payudaranya sangat kecil.
Diduga karena adanya kandungan zat omega-3 yang terdapat dalam ikan tersebut.
3. Wortel dan Bayam
Wanita yang tidak pernah mengkonsumsi wortel dan bayam, juga berisiko terkena kanker payudara dua kali lebih besar, dibanding mereka yang sering mengkonsumsi kedua jenis sayuran itu.
4. Yoghurt
Pada suatu penelitian yang menggunakan yoghurt sebagai medium, diungkapkan ternyata yoghurt dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara, terutama dalam jumlah yang cukup banyak.
5. Susu Kedelai (tanpa ada kandungan gula)
Diperoleh fakta bahwa salah satu zat yang terkandung di dalam susu kedelai murni ternyata dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara sebesar 28% dibandingkan dengan yang terdapat pada kacang kedelai olahan.
6. Jus Jeruk
Masih dalam proses penelitian yang dilakukan di Universitas Western Ontario , Canada , pada hewan percobaan, disebutkan bahwa jus jeruk bisa memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara sampai 50%.
Selain 6 makanan tersebut, Anderson Cancer Center menyimpulkan bahwa wanita yang mencukur bulu ketiaknya ternyata 10 kali lebih rentan terhadap kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang membiarkan bulu ketiaknya tumbuh apa adanya.
Dr. Therese Bevers dari M.D. Anderson mengungkapkan, dengan mencukur bulu ketiak, di ketiak akan timbul banyak luka tak kasat mata serta pori-pori di daerah ketiak akan membesar. Ini memungkinkan toxin dan zat kimia dari berbagai produk seperti deodorant, bedak, dan krim akan dengan mudah memasuki kulit.
Deodorant antiperspirant menambah mudah toxin masuk ke dalam kulit, karena antiperspirant mencegah pengeluaran keringat yang bisa membantu melunturkan toxin yang masuk. Toxin yang masuk itu dapat tertimbun pada payudara, dan akibatnya adalah timbulnya kanker. Bevers menjelaskan bahwa bulu ketiak memang berguna untuk melindungi ketiak dari zat racun yang hendak masuk dari luar tubuh, karena di
ketiak terdapat kelenjar limfa yang memudahkan transportasi racun terutama kepayudara dan bagian tubuh lainnya.
Kemungkinan transportasi toxin ke bagian tubuh lain juga ada, sehingga memang ketidakadaan bulu ketiak juga memudahkan tumbuhnya kanker dibagian tubuh lain seperti paru-paru, jantung, dan otak, terutama apabila di payudaranya sudah tumbuh kanker.
Untuk wanita yang kurang menjaga kebersihannya, ketiadadaan bulu ketiak juga memungkinkan bakteri dan kuman tertimbun di pori-pori dan memudahkan timbulnya bisul atau abses.
Kesimpulan adanya hubungan antara kanker dan mencukur bulu ketiak ini diperoleh dari pendataan terhadap wanita di Amerika Serikat dan Eropa selama 10 tahun terakhir. American Cancer Society memperkirakan bahwa pada tahun 2002 saja akan timbul 175.000 kasus baru kanker payudara ganas di Amerika Serikat, dan akan terjadi 43.000 kematian karena kanker payudara.
Lebih lanjut, Bevers mengemukakan bahwa setiap rambut yang tumbuh pada tubuh kita memang dapat menjaga organ tubuh vital yang ada di dekatnya, dan adalah ironis bahwa banyak wanita yang membuang bulu ketiaknya hanya karena alasan mode padahal di dekat ketiak terdapat organ yang sangat penting yaitu payudara.
Pria terbukti ja uh lebih aman terhadap bahaya ini karena kebanyakan pria tidak mencukur bulu ketiaknya. Ketika ditanya apakah menghilangkan bulu ketiak dengan cara lain seperti waxes dan mencabutnya juga meningkatkan kerentanan yang sama terhadap kanker, Bevers menjawab memang membuang bulu ketiak dengan mencukurnya adalah paling berbahaya karena kemungkinan timbulnya luka-luka minor lebih besar, namun cara lain justru memperbesar pori-pori jauh lebih besar daripada mencukur sehingga secara garis besar seluruhnya sama bahayanya. Bevers menyarankan agar wanita tidak perlu mencukur bulu ketiaknya karena bahayanya sangat besar dibandingkan dengan manfaatnya.
"Budaya menghilangkan bulu ketiak itu ditumbuhkan karena alasan bisnis semata, padahal dilihat dari sudut pandang medis sangat merugikan bagi yang melakukannya" , kata Bevers.
Beberapa penelitian terakhir, menyebutkan ada enam jenis makanan yang dapat mencegah timbulnya penyakit yang menakutkan kaum wanita tersebut.
Simaklah, apakah ke enam jenis makanan tersebut sudah terdapat dalam daftar belanjaan atau belum.
1. Gandum
Dalam hal ini Anda dapat mengkonsumsi gandum yang berbentuk sereal dengan segelas susu setiap pagi. Setiap gelas gandum setara dengan 10gr dari kebutuhan serat yang digunakan untuk menurunkan tingkat estrogen dalam tubuh.
Para ahli berpendapat bahwa tingkat estrogen yang tinggi dalam tubuh akan semakin merangsang pertumbuhan kanker payudara.
2. Ikan Salmon dan Tuna
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di UCLA, Amerika Serikat, ditemukan bahwa para wanita yang tinggal di daerah dekat sungai dan mengkonsumsi ikan tuna dan salmon setiap hari, ternyata tingkat risiko terkena kanker payudaranya sangat kecil.
Diduga karena adanya kandungan zat omega-3 yang terdapat dalam ikan tersebut.
3. Wortel dan Bayam
Wanita yang tidak pernah mengkonsumsi wortel dan bayam, juga berisiko terkena kanker payudara dua kali lebih besar, dibanding mereka yang sering mengkonsumsi kedua jenis sayuran itu.
4. Yoghurt
Pada suatu penelitian yang menggunakan yoghurt sebagai medium, diungkapkan ternyata yoghurt dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara, terutama dalam jumlah yang cukup banyak.
5. Susu Kedelai (tanpa ada kandungan gula)
Diperoleh fakta bahwa salah satu zat yang terkandung di dalam susu kedelai murni ternyata dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara sebesar 28% dibandingkan dengan yang terdapat pada kacang kedelai olahan.
6. Jus Jeruk
Masih dalam proses penelitian yang dilakukan di Universitas Western Ontario , Canada , pada hewan percobaan, disebutkan bahwa jus jeruk bisa memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara sampai 50%.
Selain 6 makanan tersebut, Anderson Cancer Center menyimpulkan bahwa wanita yang mencukur bulu ketiaknya ternyata 10 kali lebih rentan terhadap kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang membiarkan bulu ketiaknya tumbuh apa adanya.
Dr. Therese Bevers dari M.D. Anderson mengungkapkan, dengan mencukur bulu ketiak, di ketiak akan timbul banyak luka tak kasat mata serta pori-pori di daerah ketiak akan membesar. Ini memungkinkan toxin dan zat kimia dari berbagai produk seperti deodorant, bedak, dan krim akan dengan mudah memasuki kulit.
Deodorant antiperspirant menambah mudah toxin masuk ke dalam kulit, karena antiperspirant mencegah pengeluaran keringat yang bisa membantu melunturkan toxin yang masuk. Toxin yang masuk itu dapat tertimbun pada payudara, dan akibatnya adalah timbulnya kanker. Bevers menjelaskan bahwa bulu ketiak memang berguna untuk melindungi ketiak dari zat racun yang hendak masuk dari luar tubuh, karena di
ketiak terdapat kelenjar limfa yang memudahkan transportasi racun terutama kepayudara dan bagian tubuh lainnya.
Kemungkinan transportasi toxin ke bagian tubuh lain juga ada, sehingga memang ketidakadaan bulu ketiak juga memudahkan tumbuhnya kanker dibagian tubuh lain seperti paru-paru, jantung, dan otak, terutama apabila di payudaranya sudah tumbuh kanker.
Untuk wanita yang kurang menjaga kebersihannya, ketiadadaan bulu ketiak juga memungkinkan bakteri dan kuman tertimbun di pori-pori dan memudahkan timbulnya bisul atau abses.
Kesimpulan adanya hubungan antara kanker dan mencukur bulu ketiak ini diperoleh dari pendataan terhadap wanita di Amerika Serikat dan Eropa selama 10 tahun terakhir. American Cancer Society memperkirakan bahwa pada tahun 2002 saja akan timbul 175.000 kasus baru kanker payudara ganas di Amerika Serikat, dan akan terjadi 43.000 kematian karena kanker payudara.
Lebih lanjut, Bevers mengemukakan bahwa setiap rambut yang tumbuh pada tubuh kita memang dapat menjaga organ tubuh vital yang ada di dekatnya, dan adalah ironis bahwa banyak wanita yang membuang bulu ketiaknya hanya karena alasan mode padahal di dekat ketiak terdapat organ yang sangat penting yaitu payudara.
Pria terbukti ja uh lebih aman terhadap bahaya ini karena kebanyakan pria tidak mencukur bulu ketiaknya. Ketika ditanya apakah menghilangkan bulu ketiak dengan cara lain seperti waxes dan mencabutnya juga meningkatkan kerentanan yang sama terhadap kanker, Bevers menjawab memang membuang bulu ketiak dengan mencukurnya adalah paling berbahaya karena kemungkinan timbulnya luka-luka minor lebih besar, namun cara lain justru memperbesar pori-pori jauh lebih besar daripada mencukur sehingga secara garis besar seluruhnya sama bahayanya. Bevers menyarankan agar wanita tidak perlu mencukur bulu ketiaknya karena bahayanya sangat besar dibandingkan dengan manfaatnya.
"Budaya menghilangkan bulu ketiak itu ditumbuhkan karena alasan bisnis semata, padahal dilihat dari sudut pandang medis sangat merugikan bagi yang melakukannya" , kata Bevers.
05 February 2007
Hiduplah Saat Ini
Pada suatu pagi buta, seorang pemuda mendatangi rumah gurunya yang dikenal bijak di desa itu. Dia mengetuk pintu rumah dengan keras, sambil suaranya terdengar memanggil-manggil gurunya.
Si guru sambil mengusap matanya dan menahan kuap membuka pintu sambil berkata, "Ada apa anakku? Pagi-pagi begini mengganggu nyenyak tidurku. Ada sesuatu yang penting?" Pemuda menjawab, "Ampun guru, maafkan saya terpaksa mengganggu tidur guru. Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan." Si guru kemudian mempersilahkannya masuk ke dalam rumah dan pemuda itu pun segera menceritakan kegundahannya, yakni semalam dia bermimpi dijemput malaikat dan diajak pergi meninggalkan dunia ini. Dia ingin menolak tetapi sesuatu seperti memaksanya harus pergi. Saat tarik menarik itulah dia terbangun sambil berkeringat dan tidak dapat tidur lagi. Timbul perasaan takut dan tidak berdaya membayangkan bila malaikat benar-benar datang kepadanya.
Si pemuda kemudian bertanya kepada gurunya, "Guru, kapan kematian akan datang kepada manusia?" Gurunya menjawab, "Saya tidak tahu anakku. Kematian adalah rahasia Tuhan".
"Aaaakh, guru pasti tahu. Guru kan selalu menjadi tempat bertanya bagi semua orang di daerah sini,¡¨ desak si murid. "Baiklah. Sebenarnya rata-rata manusia meninggal pada usia 70 sampai 75 tahun. Tetapi sebagian ada yang tidak mencapai atau lebih dari perkiraan tersebut." Merasa tidak puas dia kembali bertanya, "Jadi, umur berapakah manusia pantas untuk mati?" Sambil pandangannya menerawang keluar jendela, sang guru menjawab, "Sesungguhnya, begitu manusia dilahirkan, proses penuaan langsung terjadi. Sejak saat itu, manusia semakin tua dan kapan pun bisa mengalami kematian". Si murid bertanya terus, "Lalu, bagaimana sebaiknya saya menjalani hidup ini?"
Hiduplah Saat Ini
¡¨Hidup sesungguhnya adalah saat ini, bukan besok atau kemarin. Hargai hidup yang singkat ini, jangan sia siakan waktu. Bekerjalah secara jujur dan bertanggung jawab, usahakan berbuat baik pada setiap kesempatan. Jangan takut mati, nikmati kehidupanmu! Mengerti?¡¨ Dengan wajah gembira si murid berkata, "Terima kasih guru, saya mengerti. Saya akan belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh, berani menghadapi hidup ini, sekaligus menikmatinya. Saya pamit guru."
Hiduplah Saat Ini
Hiduplah saat ini, tidak usah menyesali hari kemarin, karena hari kemarin sudah berlalu, tidak usah cemas akan hari esok, karena hari esok belum datang,
Hari ini
Hanya hari ini yang menjanjikan kesuksesan , kebahagian bagi setiap orang yang mau dan mampu mengaktualisasikan dirinya dengan penuh totalitas!
Sekali lagi,
Hiduplah Saat Ini
Hiduplah saat ini!!
Si guru sambil mengusap matanya dan menahan kuap membuka pintu sambil berkata, "Ada apa anakku? Pagi-pagi begini mengganggu nyenyak tidurku. Ada sesuatu yang penting?" Pemuda menjawab, "Ampun guru, maafkan saya terpaksa mengganggu tidur guru. Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan." Si guru kemudian mempersilahkannya masuk ke dalam rumah dan pemuda itu pun segera menceritakan kegundahannya, yakni semalam dia bermimpi dijemput malaikat dan diajak pergi meninggalkan dunia ini. Dia ingin menolak tetapi sesuatu seperti memaksanya harus pergi. Saat tarik menarik itulah dia terbangun sambil berkeringat dan tidak dapat tidur lagi. Timbul perasaan takut dan tidak berdaya membayangkan bila malaikat benar-benar datang kepadanya.
Si pemuda kemudian bertanya kepada gurunya, "Guru, kapan kematian akan datang kepada manusia?" Gurunya menjawab, "Saya tidak tahu anakku. Kematian adalah rahasia Tuhan".
"Aaaakh, guru pasti tahu. Guru kan selalu menjadi tempat bertanya bagi semua orang di daerah sini,¡¨ desak si murid. "Baiklah. Sebenarnya rata-rata manusia meninggal pada usia 70 sampai 75 tahun. Tetapi sebagian ada yang tidak mencapai atau lebih dari perkiraan tersebut." Merasa tidak puas dia kembali bertanya, "Jadi, umur berapakah manusia pantas untuk mati?" Sambil pandangannya menerawang keluar jendela, sang guru menjawab, "Sesungguhnya, begitu manusia dilahirkan, proses penuaan langsung terjadi. Sejak saat itu, manusia semakin tua dan kapan pun bisa mengalami kematian". Si murid bertanya terus, "Lalu, bagaimana sebaiknya saya menjalani hidup ini?"
Hiduplah Saat Ini
¡¨Hidup sesungguhnya adalah saat ini, bukan besok atau kemarin. Hargai hidup yang singkat ini, jangan sia siakan waktu. Bekerjalah secara jujur dan bertanggung jawab, usahakan berbuat baik pada setiap kesempatan. Jangan takut mati, nikmati kehidupanmu! Mengerti?¡¨ Dengan wajah gembira si murid berkata, "Terima kasih guru, saya mengerti. Saya akan belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh, berani menghadapi hidup ini, sekaligus menikmatinya. Saya pamit guru."
Hiduplah Saat Ini
Hiduplah saat ini, tidak usah menyesali hari kemarin, karena hari kemarin sudah berlalu, tidak usah cemas akan hari esok, karena hari esok belum datang,
Hari ini
Hanya hari ini yang menjanjikan kesuksesan , kebahagian bagi setiap orang yang mau dan mampu mengaktualisasikan dirinya dengan penuh totalitas!
Sekali lagi,
Hiduplah Saat Ini
Hiduplah saat ini!!
03 January 2007
Cawan & Kopi
Sekelompok alumni sebuah perguruan tinggi terkemuka, yang telah mencapai
kedudukan atau keberhasilan karir yang baik, bersilaturahim di rumah dosen
pembimbing mereka dahulu, seorang profesor yang bersahaja. Mereka sangat
terlena dengan perbincangan yang akrab dengan beragam topik.
Sampailah mereka ke dalam perbincangan topik 'stress'. Sindrom tekanan
hidup yang mereka alami, dikeluhkan berulang-ulang. Beberapa diantaranya,
saling menguatkan keluhan itu, sehingga menambah kekecewaan dan rasa
pesimis. Melihat perbincangan yang tidak sehat itu, sang professor
tersenyum simpul dan meminta izin sebentar untuk ke dapur.
Sang professor bergabung kembali ke dalam ruangan dengan membawa nampan
berisi beberapa jenis cangkir dan gelas serta sebuah teko berisi kopi
hangat. Hal yang sangat tidak lazim adalah dibawanya cangkir dan gelas
yang beragam itu. Ada yang diperbuat dari porcelain, plastik, kaca dan
kristal. Ada yang kelihatan biasa dan ada pula yang kelihatan sangat mahal.
Professor itu mempersilahkan mereka menuang sendiri kopi tersebut.
Setelah semua anak didiknya mengambil kopi masing-masing, professor itu
berkata:
"Mohon diperhatikan dengan teliti. Bukankah, semua cangkir dan gelas yang
cantik dan mahal telah diambil, dan menyisakan cangkir dan gelas yang biasa
dan kelihatan murah. Ini adalah keadaan yang sangat biasa, yaitu kita
menginginkan yang terbaik dalam hidup. Tetapi, tidakkah Anda semua
menyadari, bahwa terletak pada cara pandang inilah, semua masalah dan
'stress' yang menakutkan itu berpangkal."
"Apa yang sebenarnya Anda perlukan adalah kopi, bukan wadahnya, tetapi Anda
semua lebih memperhatikan dan lebih tertarik untuk memilih wadah
tercantik.dan termahal. Dan yang lebih mengherankan lagi adalah, Anda sibuk
memperhatikan wadah yang telah diambil oleh orang lain."
"Kehidupan adalah kopi. Jabatan, uang, dan kedudukan di dalam masyarakat
adalah wadah tersebut. Wadah itu hanyalah alat untuk nenampung, dimana
sesuatu yang akan ditampungnya adalah kehidupan itu sendiri. Kehidupan
tidak berubah hanya karena alat tampungnya yang berubah. Kadangkala kita
terlalu fokus kepada wadah yang kita pegang hingga kita gagal untuk
menikmati kopinya. Dan yang lebih menyedihkan, Anda semua sibuk
memperhatikan dan beriri hati atas wadah yang dipegang orang lain."
"Nikmatilah kehidupan yang ada"
Karena kebahagiaan itu sederhana dan harus diputuskan sekarang. Maka
ber-bahagia- lah. Smoga keikhlasan anda bekerja hari ini bukanlah semata
untuk mencari Cangkir yang gemerlap
kedudukan atau keberhasilan karir yang baik, bersilaturahim di rumah dosen
pembimbing mereka dahulu, seorang profesor yang bersahaja. Mereka sangat
terlena dengan perbincangan yang akrab dengan beragam topik.
Sampailah mereka ke dalam perbincangan topik 'stress'. Sindrom tekanan
hidup yang mereka alami, dikeluhkan berulang-ulang. Beberapa diantaranya,
saling menguatkan keluhan itu, sehingga menambah kekecewaan dan rasa
pesimis. Melihat perbincangan yang tidak sehat itu, sang professor
tersenyum simpul dan meminta izin sebentar untuk ke dapur.
Sang professor bergabung kembali ke dalam ruangan dengan membawa nampan
berisi beberapa jenis cangkir dan gelas serta sebuah teko berisi kopi
hangat. Hal yang sangat tidak lazim adalah dibawanya cangkir dan gelas
yang beragam itu. Ada yang diperbuat dari porcelain, plastik, kaca dan
kristal. Ada yang kelihatan biasa dan ada pula yang kelihatan sangat mahal.
Professor itu mempersilahkan mereka menuang sendiri kopi tersebut.
Setelah semua anak didiknya mengambil kopi masing-masing, professor itu
berkata:
"Mohon diperhatikan dengan teliti. Bukankah, semua cangkir dan gelas yang
cantik dan mahal telah diambil, dan menyisakan cangkir dan gelas yang biasa
dan kelihatan murah. Ini adalah keadaan yang sangat biasa, yaitu kita
menginginkan yang terbaik dalam hidup. Tetapi, tidakkah Anda semua
menyadari, bahwa terletak pada cara pandang inilah, semua masalah dan
'stress' yang menakutkan itu berpangkal."
"Apa yang sebenarnya Anda perlukan adalah kopi, bukan wadahnya, tetapi Anda
semua lebih memperhatikan dan lebih tertarik untuk memilih wadah
tercantik.dan termahal. Dan yang lebih mengherankan lagi adalah, Anda sibuk
memperhatikan wadah yang telah diambil oleh orang lain."
"Kehidupan adalah kopi. Jabatan, uang, dan kedudukan di dalam masyarakat
adalah wadah tersebut. Wadah itu hanyalah alat untuk nenampung, dimana
sesuatu yang akan ditampungnya adalah kehidupan itu sendiri. Kehidupan
tidak berubah hanya karena alat tampungnya yang berubah. Kadangkala kita
terlalu fokus kepada wadah yang kita pegang hingga kita gagal untuk
menikmati kopinya. Dan yang lebih menyedihkan, Anda semua sibuk
memperhatikan dan beriri hati atas wadah yang dipegang orang lain."
"Nikmatilah kehidupan yang ada"
Karena kebahagiaan itu sederhana dan harus diputuskan sekarang. Maka
ber-bahagia- lah. Smoga keikhlasan anda bekerja hari ini bukanlah semata
untuk mencari Cangkir yang gemerlap
16 December 2006
PEMUDA DAN PENDETA
Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ke tanah air.
Sesampainya dirumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, Pendeta atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya.
Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.
Pemuda: Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanya an saya?
Pendeta : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya, saya akan menjawab pertanyaan anda
Pemuda : Anda yakin? Sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Pendeta : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya
Pemuda : Saya punya 3 buah pertanyaan =
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya
2. Apakah yang dinamakan Takdir
3. Kalau setan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api,
tentu tidak menyakitkan buat setan sebab mereka memiliki unsur yang sama.
Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?
Tiba-tiba Pendeta tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.
Pemuda (sambil menahan sakit): Kenapa anda marah kepada saya?
Pendeta : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti
Pendeta : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit
Pendeta : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Pemuda : Ya
Pendeta : Tunjukan pada saya wujud sakit itu !
Pemuda : Saya tidak bisa
Pendeta : Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Pendeta : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak
Pendeta : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak
Pendeta : Itulah yang dinamakan Takdir
Pendeta : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda ?
Pemuda : kulit
Pendeta : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : kulit
Pendeta : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : sakit..
Pendeta : Walaupun Setan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan untuk setan.
Sekarang Anda mempunyai dua pilihan:
1. Biarkan Email ini tetap dalam mailbox anda.
2. Forward Email ini ke sejumlah orang yang anda kenal dan Tuhan memberkati !!
Sesampainya dirumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, Pendeta atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya.
Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.
Pemuda: Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanya an saya?
Pendeta : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya, saya akan menjawab pertanyaan anda
Pemuda : Anda yakin? Sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Pendeta : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya
Pemuda : Saya punya 3 buah pertanyaan =
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya
2. Apakah yang dinamakan Takdir
3. Kalau setan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api,
tentu tidak menyakitkan buat setan sebab mereka memiliki unsur yang sama.
Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?
Tiba-tiba Pendeta tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.
Pemuda (sambil menahan sakit): Kenapa anda marah kepada saya?
Pendeta : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti
Pendeta : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit
Pendeta : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Pemuda : Ya
Pendeta : Tunjukan pada saya wujud sakit itu !
Pemuda : Saya tidak bisa
Pendeta : Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Pendeta : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak
Pendeta : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak
Pendeta : Itulah yang dinamakan Takdir
Pendeta : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda ?
Pemuda : kulit
Pendeta : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : kulit
Pendeta : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : sakit..
Pendeta : Walaupun Setan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan untuk setan.
Sekarang Anda mempunyai dua pilihan:
1. Biarkan Email ini tetap dalam mailbox anda.
2. Forward Email ini ke sejumlah orang yang anda kenal dan Tuhan memberkati !!
Subscribe to:
Posts (Atom)